Friday, February 10, 2017

Perjalanan dari Sebuah Jam Digial Masjid

Perjalanan dari Sebuah Jam Digial Masjid
Seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam tangan yang sedang dibuatnya. “Hai jam, sanggupkah kamu berdetak 31.104.000 kali selama setahun?” “Ha?! Sebanyak itukah?!” kata jam terperanjat, “Aku tidak akan sanggup!”
“Ya sudah, bagaimana kalau 86.400 kali saja dalam sehari?”
“Delapan puluh ribu empat ratus kali?! Dengan jarum yang ramping seperti ini?! Tidak, sepertinya aku tidak sanggup,” jawab jam penuh keraguan.
“Baik, bagaimana jika 3.600 kali dalam satu jam?”
“Dalam satu jam berdetak 3.600 kali? Tampaknya masih terlalu banyak bagiku.” Jam Digital Masjid bertambah ragu dengan kemampuannya.
Dengan penuh kesabaran, tukang jam itu kembali berkata, “Baiklah kalau begitu, sebagai penawaran terakhir, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”
“Jika berdetak satu kali setiap detik, aku pasti sanggup!” Kata jam dengan penuh antusias. Maka, setelah selesai dibuat, jam tangan itu berdetak satu kali setiap detik.
Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali dalam setahun, yang juga setara dengan berdetak 86.400 kali dalam sehari, yang setara pula dengan berdetak 3.600 kali dalam satu jam.

0856 4332 6430 / 0877 3415 3111  jam digital masjid
0856 4332 6430 / 0877 3415 3111  jam digital masjid

Pesan dari kisah dari JamDigital Masjid tersebut:
Panjenengan sering meragukan dan underestimated terhadap kemampuan diri sendiri untuk mencapai goal, pekerjaan, dan cita-cita yang tampak sangat besar. Panjenengan lantas menggangapnya sebagai hal sangat berat yang tidak mungkin dapat Panjenengan angkat. Namun sebenarnya apabila hal yang dianggap besar tersebut Panjenengan perkecil dan perkecil lagi, lantas kemudian Panjenengan realisasikan hal-hal kecil tersebut secara konsisten serta kontinu, niscaya hal besar yang semula Panjenengan anggap tidak mungkin tercapai itu akan terealisasikan.
Intinya, hal besar akan tercapai dengan konsistensi dan kontinuitas, atau dengan istilah lain yang sering digunakan masyarakat: istiqamah! Tentu melekatkan konsistensi dan kontinuitas kepada diri sendiri itu bukan hal yang mudah, karena akan menimbulkan kelelahan yang sangat.
Ingat, seribu langkah tidak akan ada tanpa adanya satu langkah pertama. Garis panjang hanyalah merupakan kumpulan dari titik-titik.

NB:
Rawat lah jam digital masjid anda rutin bulanan dan tahunan. Karena selama jam itu bertdetak, maka selama itu juga anda mendapatkan pahala jariah dari masjid. Ingat Allah pernah berfirman bahwa, ada 3 pahala yg tidak terputus meskipun anda meninggal. Yaitu: anak yang mendoakan orangtuanya, ilmu yabg bermanfaat, dan amal jariah. Kata bijak insanmasjid.com


Sejarah Jam Digital Masjid

JAM DIGITAL MASJID
Pada awalnya aku tidak tahu bahwa Jam Digital Masjid baik automatic atau manual wind saat ini masih relevan dengan jaman sekarang. Ternyata jam klasik dengan berbagai merk jaman Bapak bahkan Eyang kami dulu tahun 50 sampai tahun 80-an sekarang masih banyak penggemarnya masih banyak yang memakainya bahkan masih banyak dibicarakan di sana sini. Berbicara tentang jam atau arloji ini tidak lepas dari ilmu horology di situ kami tahu sejarah jam, pemikiran-pemikiran cemerlang jaman dulu sebelum ditemukannya jam baca di www.horology.com . Dan juga Blogger para senior penggemar Jam Digital Masjid di seluruh Nusantara yang mengulas jam yang membuat kami kagum.
Berawal memakai Jam Digital Masjid yang di gantung di tembok yang aku pikir jam itu sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi karena mati, ternyata begitu aku ambil dan aku pegang jam itu langsung jalan aku heran sekaligus takjub, karena jam itu jarum detiknya tidak berdetak tapi bergulir dengan halus.
0856 4332 6430 / 0877 3415 3111  jam digital masjid
0856 4332 6430 / 0877 3415 3111  jam digital masjid

Ketakjuban aku bertambah setelah aku coba buka tutup belakang/case back jam itu ternyata tidak ada baterainya seperti jam lain, melainkan sekumpulan parts yang bergerak mekanik secara teratur. Bagi aku, pergerakan mekanis parts itu begitu menyenangkan untuk dilihat dan dikagumi.
Tapi akung akhirnya jam itu hilang. Hal-hal baru sering aku dapat ketika berusaha mencari pengganti jam yang hilang itu sejak saat itu kegandrungan terhadap Jam Digital Masjid semakin tinggi dan berubah menjadi sebuah hobi yang menggairahkan. Rasa ingin tahu tentang  Jam Digital Masjid itu memaksa aku untuk terus mencari artikel2 membaca buku jam antik bisa beli di sini salah satunya dengan belajar mekanis mesin jam liat di sini Terlepas pengalaman aku mengenal jam jadul ada beberapa alasan aku mengagumi jam digital